Sistem Rekrutmen Kerja di Era Digital

Galeri

Kegiatan ini diadakan pada tanggal 17 September 2020 yang diikuti 20 peserta diawali dengan Pembukaan oleh Annies Zoraya W selaku MC, menyapa narasumber dan menyapa peserta yang hadir, serta menjelaskan mengenai peraturan dalam mengikuti webinar ini. Selanjutnya, sambutan Paulus Mujiran selaku pimpinan Proyek Yayasan Kesejahteraan Keluarga Soegijapranata Semarang. Paulus mengatakan pencarian pekerjaan di era pandemi, khususnya kepada para pencari kerja beralih menggunakan media digital.

Berharap dengan adanya webinar ini narasumber mampu memberikan penjelasan dan membantu memberikan perspektif pada pencari kerja untuk tetap berusaha  mencari pekerjaan di era pandemi.  

Kemudian pemateri  Dr. Sutrisno,  SKM, M.Kes selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang yang menyempaikan materi mengenai “Implementasi dan regulasi sistem kerja dari dinas tenaga kerja dalam menyiapkan sistem rerutmen di era digital” antara lain meyampaikan meningkatnya pengangguran di Jawa tengah yang terdampak covid-19 yang membuat banyak pegawai di rumahkan dan semakin sulit untuk mencari pekerjaan. Pandemi harus dijadikan pelajaran untuk merubah kehidupan yang lebih baik, mendorong pekerja untuk lebih mengoptimalkan pekerjaan dengan berbagai kondisi.

Terkait rekrutmen online, Disnaker membuat platform bernama “SIKERJA” yang dibuat untuk memudahkan mengakses informasi seputar pekerjaan secara lebih mudah dan cepat di era pandemic ini. Keunggulan “SIKERJA”, informasi lowongan pekerjaan, melamar pekerjaan, monitor hasil lowongan, hingga hasil penempatan bisa diakses melalui  website Disnaker. Tidak hanya itu, terdapat program pelatihan yang bisa diajukan di website Disnaker. Dinas tenaga kerja berharap agar perusahaan-perusahaan dapat bekerja sama dan berkonsultasi untuk melakukan sistem rekrutmen kerja, untuk mengurangi jumlah pengangguran dan percepatan sistem rekrutmen kerja. Informasi Teknologi (IT)  tidak lagi kendala tapi dapat membuat perubahan yang dinamis dan signifikan, sistem online ini dapat mempercepat perekrutan kerja. Diharapkan dengan pengunaan IT ini dapat memberikan perubahan yang lebih baik terhadap system rekrutmen di era digital  lebih dinamis, dengan percepatan perekrutan. Sistem online yang dilakukan di website disnaker data akan terjamin kerahasiaanya dengan seleksi yang maksimal, sehingga data pelamar akan terjaga kerahasiaanya.  Aplikasi “SIKERJA” akan mulai launching diperkiran tahun 2021, saat ini sedang tahap persiapan semaksimal mungkin.

Kemudian Paguyuban HRD (PHRD) Jawa Tengah Ibu Nur hidayah selaku HRD PT Nusantara Building Industri Demak, memaparkan materi tentang “Gambaran secara umum sistem rekrutmen yang dilakukan oleh perusahaan yang menggunakan basis digitalisasi” dikatakan terdapat standar operasional melamar dalam masing-masing perusahaan, dengan masing-masing kriteria yang dibutuhkan setiap perusahaan, Sistem  perekrutan kerja mengalami  perubahan yang cukup signifikan dengan menggunakan email, video call, sehingga lebih mudah untuk disortir bagi perusahaan. Meskipun via digital proses operasional perekrutan tetap dilakukan secara maksimal. Digitalisasi perusahaan, dengan memberikan informasi terkait lowongan pekerjaan menggunakan sosial media dengan memenyebarkan informasi lowongan secara lebih meluas, seperti menggunakan facebook, Instagram, linked-in. Langkah-langkah menyusun lamaran supaya menarik : lowongan harus sesuai dengan kriteria dan kebutuhan perusahaan, penulisan surat lamaran harus diperhatikan dengan baik, mencari informasi terkait perusahaan yang dilamar, tujuan melamar harus disampaikan secara detail, tunjukan kemampuan dengan menampilkan skill yang dimiliki yang menarik dan unik, fokus terhadap pekerjaan dan harus disesuaikan dengan passion.  Mempromosikan diri dilihat dari lamaran yang dikirimkan, sehingga lamaran pekerjaan harus dibuat sebaik mungkin, karena lamaran kerja sebagai personal branding.

Dan kemudian PHRD Jawa Tengah, Bp. Gatot Prastowo selaku HR & Business Development Manager PT Warta Media Nusantara, menyampaikan materi mengenai “Implementasi di dalam perusahaan yang telah menerapkan sistem rekrutnen digitalisasi”. Tribun sudah menerapkan rekrutmen online selama 5 tahun terakhir, sehingga bukan hal yang mengagetkan ketika terjadi pandemi ini. Pekerja adalah setiap orang yang berkerja dengan menerima upah dan imbalan baik dalam bentuk uang dan lainya. Hal yang paling penting dalam bekerja adalah komunikasi dengan mampu berkomunikasi dengan baik dan mempu menerjmahkan perintah dengan baik, berfikir kritis, mampu menyelesaikan masalah dengan sigap, kolaborasi dan terus belajar dan mengembangkan diri. Metode penjaringan: iklan, Hi-jack untuk tenaga professional yang memiliki pengalama, social media, Linked-in, jobstreet, referensi. Proses perekrutan: Screening yang berfokus pada kompetensi bukan kualifikasi, Interview online menggunakan Skype, Video call, platform Google meet, dan untuk tes tertulis menggunakan Bitly, google form, dan juga potofolio pelamar. Referensi untuk menilai kepribadian dilihat dari sosial media, personal blog, sehingga tidak sebatas kualifikasi yang dilihat.

Sesi terakhir dari Meinrad Indra selaku Spesialis Youth Development  ChildFund Internasional yang akan meyampaikan materi mengenai “Implementasi dan langkah-langkah yang dilakukan oleh ChildFund untuk menyiapkan orang muda di era digital”, Program ChildFund yang sedang dilakukan: melakukan pendampingan bagi para anak muda dalam mempersiapkan diri di dunia kerja. ChildFund mendampingi anak-anak muda yang peluangnya mungkin tidak sama dengan anak muda lainya tetapi sejatinya memiliki hak yang sama dengan anak muda lainya. Banyak portal online lowongan kerja yang bisa diakses oleh para pelamar kerja, sehingga para pelamar kerja bisa mengakses berbagai informasi menggunakan smartphone. ChildFund memberikan modul life skill untuk membekali anak muda memiliki kecakapan hidup dengan ilmu dan praktik yang sudah diajarkan. Diharapkan juga terdapat dukungan pemerintah dan masyarakat untuk bisa mendukung kaum muda untuk memilki rasa percaya diri dan loyalitas yang tinggi. ChildFund mengembangkan platform Kerjaku.Org yang didalamnya terdapat e-learning untuk memberikan pelatihan kepada kaum muda yang sedang mencari pekerjaan.


Berikan Komentarmu