GENERASI MUDA SIAP KERJA DAN WIRAUSAHA

Galeri

news news news

Kegiatan ini dilaksanakan di Wisma Servatius, Ungaran pada hari Sabtu - Minggu, 3-4 Oktober 2020 diikuti oleh 24 orang peserta.  Dalam pembukaan Markus Yuliyanta selaku penanggung jawab acara mengajak untuk berdoa. Pak Yuli demikian panggilan akrabnya  memberikan pengantar untuk acara pelatihan kesiapan kerja. Pak Yuli berharap semoga di akhir acara, setiap peserta dapat mengetahui potensi dirinya dan menghasilkan output rencana hidup apakah ingin bekerja atau berwirausaha. Materi kegiatan ini diantaranya adalah personal branding, diharapkan setiap peserta dapat mengenal dirinya dan memunculkan potensi yang unggul dalam dirinya yang dapat menjadi bekal untuk mencari kerja atau berwirausaha.

Materi pertama Fajar Riadi Dwi Sasongko dari PT. New Armada. Menurut Fajar pada intinya, manusia siap tidak siap harus menyiapkan diri secara ekonomi, salah satunya dengan bekerja. Namun, untuk dapat bekerja, perlu beberapa persiapan. Pada masa pandemi seperti ini, banyak sekali orang-orang yang sedang berjuang mencari pekerjaan atau bahkan kehilangan pekerjaan. Namun, disini  temen-temen terpilih untuk dipersiapkan agar dapat memperoleh pekerjaan terbaik.

Personal branding merupakan ciri khas dari diri kita yang bisa diunggulkan. Citra diri yang positif atau baik menjadi potensi untuk memperoleh pekerjaan. Bagaimana diri kita memperkenalkan gambaran diri kepada orang lain melalui sikap yang baik. Setiap manusia memiliki sesuatu yang unik. Perlu diketahui  bahwa ada beberapa perusahaan yang mensyaratkan karyawannya untuk tidak merokok sama sekali. Hal ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi orang perokok. Oleh karena itu, kita perlu tunjukkan kelebihan lain dibanding kekurangan kita. Perlu ciptakan identitas diri yang baik dan mudah diingat oleh orang lain. 

Selanjutnya, Fajar meminta peserta untuk menuliskan hal-hal positif yang ada di diri sendiri sebanyak-banyaknya. Salah satu peserta yaitu Vivit menyebutkan hal-hal positif yang ada dalam dirinya, yaitu ramah, lucu, suka bergaul, suka senyum, jujur, bertanggung jawab, suka menolong orang lain, tidak pemalu, dan suka joget. Selanjutnya, Fajar memberikan permainan kartu dimana semua peserta diminta untuk menutup mata dan memilih kartu yang disediakan. Kemudian, membuka kartu secara bersama-sama dan melaksanakan instruksi yang ada di kartu tersebut. Kartu berisi truth (menjawab sesuatu dengan jujur) dan dare (melakukan sesuatu). Makna dari permainan ini adalah untuk melakukan sesuatu yang penting baik untuk kita dan orang lain. selain itu, game ini juga mengajarkan untuk kejujuran, dimana dalam personal branding, kita perlu melakukan dengan jujur dan berorientasi ke depan.

Selanjutkan Ikasakti memberikan materi mengenai personal branding. Semua personal branding diri adalah citra diri yang unik dan positif. Ika mengajak teman-teman memiliki cita-cita yang baik untuk masa depan. Bekerja dan berwirausaha secara professional.

Ika mengajak peserta untuk menuliskan nama, pilihan bekerja/wirausaha, dan sifat positif untuk mendukung pilihan itu.

Materi dilanjutkan oleh Buhadi Mardiatmojo selaku HR Manager Gets Hotel Semarang. Buhadi memberikan materi mengenai the science of happiness. Jangan suka mengeluh dan menggerutu, karena kesuksesan diraih dengan jiwa yang bahagia. Jiwa yang bahagia akan lebih kreatif dan lebih tangguh mentalnya, dan lebih sehat tubuhnya. Ada beberapa faktor yang menurunkan kebahagiaaan, diantaranya adalah Negatif thinking (pesimis) dan Never ending complain (suka mengeluh). Mengeluh hanya akan menghilangkan energy positif, dan menurunkan kreatifitas dalam menyelesaikan masalah. Kita harus selalu berpikir positif agar lebih kreatif. Kurangi membaca berita negatif yang mempengaruhi pikiran negatif.

Beberapa Positif steps diantaranya adalah dengan bersatu dengan alam, orang akan lebih tenang ketika berada di dekat alam dan juga dengan rutin berolahraga akan lebih kuat menghadapi stress dan kreatif dalam menyelesaikan masalah

Selanjutnya, Pak Hadi juga menyampaikan materi mengenai etika pergaulan di tempat kerja : bagaimana seseorang bertingkah laku di tempat kerja, harus baik dan tidak merugikan orang lain. Etika di perusahaan diantaranya adalah, datang tepat waktu, jujur, bertanggunng jawab, professional, berkomunikasi dengan aktif, dan menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Materi terakhir disampaikan oleh Bu  Diana Candra selaku pemilik CV. Savero Artistica dan PT. Savero Artistica Semarang. Bu Diana membahas mengenai tantangan dalam berbisnis. Kita bisa memulai bisnis dari orang lain. dengan belajar melalui orang lain kemudian membangun bisnis kita sendiri. setiap bisnis akan mengalami kegagalan, yang penting adalah bagaimana kita meminimalisir kegagalan tersebut dan berani untuk melangkah. Jangan takut di awal sebelum kita menjalankan bisnis, karena hal tersebut akan menghambat kita untuk memulai bisnis. Sebagian orang memang memulai bisnis dari karyawan, karena bekerja dengan orang lain.

  1. Belief : percaya bahwa diri sendiri dapat mencapai kesuksesan
  2. Tujuan : bayangkan tujuan yang akan dicapai
  3. Fokus : Fokus untuk mencapai tujuan dengan melangkah dan mengatasi rintangan.
  4. Tau tata cara sukses bisnis : membangun minat, memiliki ide, menciptakan produk, menentukan harga/value, membangun sop/sistem, investasi dan perbankan.
  5. Berani bangkit ketika gagal : mencari jalan keluar dari setiap rintangan
  6. Takdir baik : takdir baik bisa dibentuk dari doa yang baik.

 

Bu Diana meminta peserta untuk menuliskan tujuan hidupnya dalam sebuah kertas. Kemudian Bu Diana meminta peserta untuk membayangkan dan memvisualisasikan bahwa kita sedang merasakan bahwa kita mencapai tujuan yang telah dituliskan tersebut. tetapkan tujuan yang jelas, inspiring (menginspirasi), spesifik, measurable (dapat diukur), achievable (dapat dicapai), reasonable (masuk akal), dan timeable (ada batas waktunya). Bu Diana menjelaskan ada beberapa alasan bekerja yaitu untuk hidup, untuk sukses, dan untuk kebahagiaan. Ketika ingin memulai bisnis, kita harus menghilangkan mental block yang ada dalam diri, yaitu keyakinan yang melemahkan diri. pikiran negatif yang perlu kita patahkan dan hancurkan adalah pikiran negatif yang membelenggu. (yuli)

 


Berikan Komentarmu